BAB II
PEMBAHASAN
1. Aktivitas
Manusia terkait kondisi Air Sungai.
Pencemaran Air Sungai di sebabkan karena beberapa
sebab, salah satunya adalah aktivitas-aktivitas manusia yang tanpa disadari dan
di ketahui perlahan merusak Lingkungan fisik seperti Air, Udara dan Tanah.
Aktivitas yang dilakukan manusia
biasanya dipengaruhi dengan motif
keperluan dan kepentingan kebutuhan individu maupun kebutuhan bisnis dan
motif ekonomi.
Factor-faktor inilah yang berpengaruh pada kondisi sungai, sungai akan mulai tercemar
ketika aktifitas manusia mulai tidak sehat. Seperti penggunaan zat-zat kimia
pada pupuk di pedesaan, industry di area perkotaan dan juga pola permukiman
yang tidak sehat dan tidak adanya kesadaran
dari manusia untuk menjaga kondisi lingkungan sekitar. Sebagai Aktivitas
dan Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Pencemaran Air Sungai. Pada dasarnya
pencemaran air sungai disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu
Berkembangnya industri-industri. Saat ini industri-industri di Indonesia
semakin berkembang, baik jumlah, teknologi, tingkat produksi maupun limbah yang
di hasilkan. Industri-industri khususnya yang berada di dekat aliran sungai
cenderung akan membuang limbahnya ke dalam sungai yang dapat mencemari
ekosistem air, karena pembuangan limbah industri ke dalam sungai dapat
menyebabkan berubahnya susunan kimia, bakteriologi, serta fisik air.Polutan
yang di hasilkan oleh pabrik dapat berupa: a) Logam Berat: timbale, tembaga,
seng dll. b) Panas: air yang tinggi temperaturnya sulit menyerap oksigen yang
pada akhirnya akan mematikan biota air.
Belum tertanganinya pengendalian limbah rumah tangga.
Limbah rumah tangga yang belum terkendali merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan pencemaran lingkungan khususnya air sungai. Karena dari limbah
rumah tangga dihasilkan beberapa zat organik dan anorganik yang dibuang dan
dialirkan melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke sungai. Selain dalam
bentuk zat organik dan anorganik, dari limbah rumah tangga bisa juga membawa
bibit-bibit penyakit yang dapat menular pada hewan dan manusia sehingga
menimbulkan epidemi yang luas di masayarakat.
Pembuangan limbah pertanian tanpa melalui proses
pengolahan. Limbah pertanian biasanya dibuang ke aliran sungai tanpa melalui
proses pengolahan, sehingga dapat mencemari air sungai karena limbah pertanian
mengandung berbagai macam zat pencemar seperti pupuk dan pestisida.Penggunaan
pupuk di daerah pertanian akan mencemari air yang keluar dari pertanian karena
air ini mengandung bahan makanan bagi ganggang dan tumbuhan air seperti enceng gondok
sehingga ganggang dan tumbuhan air tersebut mengalami pertumbuhan dengan cepat
yang dapat menutupi permukaan air dan berpengaruh buruk pada ikan-ikan dan
komponen ekosistem biotik lainnya. Penggunaan pestisida juga dapat menggagu
ekosistem air karena pestisida bersifat toksit dan akan mematikan hewan-hewan
air, burung dan bahkan manusia.
Pencemaran air sungai karena proses alam Proses alam
juga berpengaruh pada pencemaran air sungai misalnya terjadinya gunung meletus,
erosi dan iklim. Gunung meletus dan erosi dapat membawa berbagai bahan
pencemaran salah satunya berupa endapan/sediment seperti tanah dan lumpur yang
dapat menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air
kurang mampu mengasimilasi sampah. Iklim juga berpengaruh pada tingkat
pencemaran air sungai misalnya pada musim kemarau volume air pada sungai akan
berkurang, sehingga kemampuan sungai untuk menetralisir bahan pencemaran juga
berkurang.
2. Pengaruh
pola tata ruang wilayah terhadap kondisi hidrologis Sungai
Pola tata ruang permukiman di wilyah tertentu sangat
berpengaruh terhadap kondisi perairan sungai di daerah tersebut. Suatu daerah
atau wilayah dengan penataan ruang dan penggunaan lahan yang baik juga akan
berpengaruh terhadap lingkungan dan aspek-aspek kehidupan lain di dalamnya.
Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat tentnya akan membuat konsep penataan
ruang wilayah dengan mengacu pada kondisi dan keadaan geografis wilayah
tersebut. Dalam studi kasus yang telah di jumpai dikudus pola spasial tatruang
dan penggunaan lahan dan pola permukiman sangat berpengaruh terhadap kondisi
Hidrologis di sungai. Pengaruh pola tat ruang wilayah ini nantinya memicu pada
keinginan dan kebutuhan manusia yang hidup didalam wilayah tersebut.Pola tata
ruang wilayah di wilayah kudus terkait dengan kondisi Air sungai di Wilayah
tersebut. Kondisi ini terlihat di seanjang Aliran sungai dari Hulu di desa
Rahtawu smpai ke bawah yaitu didaerah kota.Kondisi ini di perparah dengan
kegiatan manusia di permukiman dan semaunya sendiri melakukan kegiatan yang
mencemari lingkungan.
Dari desa rahtawu kondisi sungainya masih jernih dan
sangat terjaga kebersihannya. Disini Airnya masih asli dari sumber-sumber di
pegunungan, dan kebersihannya masih dapat terjaga karena pola spasial tata
ruang pedesaan dan ermukiman masyarakat jauh dari wilayah sungai. Jadi kondisi
ini yang membuat interaksi antara manusia dan aktivitasnya masih begitu saling
bersinergi. Kegiatan manusia di wilayah ini keanyakannya adalah seorang petani
dan pekerja buruh di area perkotaan. Di spot daerah aliran sungai ada beberapa
spot yang airnya terkena pencemaran dari penggunaan pupuk zat kimia, namun
hanya beberapa spot dan tidak member dampak pencemaran yang sangat signifikan.
Dan aliran airnya masih sangat terawatt kejernihannya
Hal ini
berbanding terbalik dengan kondisi perairan di sungai di perkotaan,
tepatnya di Sungai Kaligelis yang berada di desa ploso. Pola tata ruang wilayah
di daerah ini sangat padat perumahan dan padat individu disamping itu juga di daerah ini dekat dengan
pabrik-pabrik dan pasar di daerah ini. Dimana setiap harinya sangat padat
aktivitas. Disini beberapa tahun
belakangan aliran sungai didaerah ini mulai tersumbat dengan sampah, dan
kondisi hidrologisnya tercemar oleh limbah industry disekitar sungai.
Dari beberapa
hal yang terlihat dari studi kasus di atas terlihat jelas beberapa kegiatan
manusia dan tataruang wilayah kudus sangat mempengaruhi kondisi daerah air
sungai (DAS) dan kondisi hidrologi Sungai di Kudus.
3. Dampak
Dari Pencemaran Air Sungai
Pencemaran air dapat berdampak sangat luas, misalnya
dapat meracuni air minum, meracuni makanan hewan, menjadi penyebab ketidak
seimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam dan
lain lain
1) Dampak
terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit menular
bermacam-macam antara lain :
a) air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen
b) air sebagai sarang insekta penyebar penyakit
c)
jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat
membersihkan diri
d) air sebagai media untuk hidup vector penyakit
2)
Dampak terhadap estetika lingkungan
Dengan
semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka
perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang
menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah
limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau, limbah
tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah
detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun
dapat mengurangi estetika.
4. Upaya
pemerintah dan masyarakat untuk menangani kondisi Sungai di daerah perkotaan di
Kudus
Dari pemerintah Kudus sudah di berlakukan kebijakan
pada tahun 2015 sampai sekarang yakni di setiap akhir bulan yaitu melakukan
sosialisasi kepada warga masyarakat
untuk mengubah paradigma masyarakat sekitar untuk mencintai kejernihan
sungai dan menjaga hidrologis dari sungai tersbut. Kebijakan ini sudah bejalan
bahakn isi sosialisasi ini sudah di terapkan pada keseharian masyarakat, pelaku
industry dan pedagang pasar. Yaitu dengan membuang dan mengolah limbah sampah
di area kawasan ploso dan sekitarnya. Dan juga di lakukan pembersihan atas
sungai kaligelis ploso. Dan Dibulan September kemaren telah dilakukan
pembersihan sampah secara masal oleh Dinas kesehatan dan warga Kudus dari
sungai Panjang sampai Sungai tanggulAngin. Dengan diadakannya pembersihan dan
kebijakan ini, sekrang kondisi Sungai
ini sudah semakin membaik. Dan Kondisi transportasi jembatan penghubung juga
sudah dilakukan perbaikan. Jadi masyarakat bisa lebih percaya atas kebijakan
pemerintah dan diharapkan nantinya kebijakan ini bisa diberlakukan di seluruh sungai di kawasan Kudus tentunya yang
masih minim perhatian dari pemerintah daerah tersebut.
Berikut ini dokumentasi fotonya











